Home Article Tech Life Biz Info Link Download

Majalah Komunitas Teknik Elektro

Musik untuk meningkatkan kualitas hidup

05 Aug 2013 03:18

 

 

Secara kuantitas, hidup dibatasi oleh waktu. 24 jam sehari dan hidup untuk waktu sekian puluh tahun. Ini ditentukan oleh Tuhan. Namun secara kualitas, hidup ditentukan sebagian besar oleh manusia itu sendiri.

Stres, adala kondisi dimana seseorang tidak mampu lagi mikir, tidak mampu lagi menyelesaikan masalah, kecuali dengan jalan pintas. Misalnya jika ibu-ibu stres, ia akan menyelesaikan dengan memakan apa saja yang bisa di makan. Misalnya jika bapak-bapak stres, ia akan memaksakan kehendaknya dengan cara marah. Misalnya jika anak-anak stres, ia akan menyelsaikan masalahnya dengan caranya sendiri dan umumnya berusaha untuk keluar dari masalah dengan mencari masalah baru. Untuk jangka pendek, stres akan menurunkan kualitas hidup karena kapasitas otak sebagian besar digunakan oleh si stres ini dan hanya sebagian kecil dari kemampuan otak untuk memikirkan hal lain. Untuk jangka panjang, stres berakibat lebih buruk lagi. Stres berturut-turut selama beberapa bulan, akan memperbesar kemungkinan orang terkena serangan jantung atau stroke karena stres menyebabkan tekanan darah meningkat beberapa puluh persen.

Musik, dipercaya mempunyai kemampuan untuk mengurangi stres. Dengan tingkat stres yang rendah, maka seseorang dapat menjalani hidup sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nya dan ini bearti meningkatkan produktifitas, meningkatkan kualitas hidup.

Semua kita telah diajarkan pelajaran kesenian sejak masuk sekolah sampai tamat SMA dan ini sekitar 10% dari mata pelajaran. Kita juga belajar olah raga sebanyak 10% dari mata pelajaran di sekolah. Ini bearti seumur hidup, seharusnya 10% waktu kita setiap hari digunakan untuk kesenian (dalam hal ini adalah musik) dan 10% lagi untuk olah raga. Tentu bidang kesenian dan olah raga yang dipilih, adalah berbeda-beda untuk setiap orang. Jika ini dilakukan, diharapkan tercapai keseimbangan jiwa antara pekerjaan untuk mengisi dompet, musik untuk mencapai keseimbangan jiwa dan olah raga untuk kesehatan tubuh terutama kesehatan jantung.

Setiap orang mempunyai minat dan kemampuan yang berbeda untuk jenis alat-alat musik. Namun pada umumnya semua orang di usia berapa saja, bisa menguasai satu jenis alat musik, baik dengan mendatangkan guru les ataupun belajar sendiri dalam waktu 2 tahun. Hasilnya tentu bisa dinikmati oleh diri sendiri selamanya. Biaya guru les musik di sekitar 250 ribu per bulan. Suatu angka yang tidak membebani bagi sebagian besar kita.

Keyboard pro (sejenis piano/organ electric, lebarnya 1 meter lebih) harganya kurang dari 3 juta rupiah. Gitar pro harganya sekitar satu juta rupiah. peralatan musik tiup mungkin sekitar 100 ribu. Di anggap nilai ini tidak memberatkan bagi sebagian besar kita. Tapi tentu hasilnya (bagi diri sediri) jauh lebih memuaskan dibandingkan dengan misalnya mudik/pulang kampung yang memerlukan keluar duit sekitar 10 juta hanya untuk urusan pertemanan.

Hidup kita bukan untuk istri. Bukan untuk anak. Bukan untuk orang tua. Bukan untuk teman-teman. Tapi untuk diri sendiri. Keluarga dan lingkungan adalah prioritas nomor dua setelah diri sendiri. Kualitas hidup (diri sendiri), adalah segala-galanya. Kualitas hidup (diri sendiri) tentu tidak bisa hanya di ukur dari jumlah rupiah yang kita miliki / kita hasilkan. Juga adalah sangat penting adalah kualitas kesehatan raga dan tentu saja jauh lebih penting adalah kualitas kesehatan jiwa dan ini bisa ditingkatkan dengan musik.
 

Home Article Tech Life Biz Info Link Download

Halaman ini sudah disesuaikan untuk view di Desktop, HP, BB, dll.

Adv : MesinAntrian.Com - HitechIndonesia.Com - Hitech-Plaza.Com