ElektraNews.Com - Majalah Elektra

 

November 05, 2012 18:04

PLC - Programable Logic Control

 

 

 

 

Artikel ini menjelaskan tentang cara alumni elektro untuk mendapatkan penghasilan ratusan juta rupiah sebulan dengan modal 500 ribu rupiah.

Kehidupan alumni teknik elektro, dipastikan tidak jauh dari 3 jenis perangkat elektronik yang punya otak yaitu Microcontroller, PLC (Programable Logic Control) dan PC (personal komputer atau mikro komputer). Prinsip kerja ketiga perangkat ini relatif sederhana, yaitu baca data dari memori, proses dan hasilnya tulis kembali ke memori. Seluruh perangkan seperti keyboard, port, printer, dll, dianggal sebagai memori dan masing-masing mempunyai alamat unik (misalnya $278 dan $378 untuk printer paralel di PC). Prosessor memproses data berdasarkan clock (misalnya 1,8GHz) dan mengerjakan alamat nomor 1 trus nomor 2 trus nomor 3 dst s/d nomor terakhir dan kembali ke nomor 1. Itu saja, sederhana sekali. Beda dengan prinsip kerja radio dan amplifier yang umumnya hanya menguatkan sinyal dan "tidak punya otak".

Microcontroller terdiri dari satu chip/IC prosessor dan jika di dalamnya belum dilengkapi dengan memori, maka perlu ditambah dengan memori berupa EPROM atau varian-nya seperti EEROM. Pemrograman Microcontroller relatif sulit karena menggunakan bahasa assembly (ASM, MOV, OUT, IN, DL, dll) atau bahkan bahasa biner (E1, 34, FA, B3, dll). Alamat memori tertentu terhubung ke dunia luar sebagai input atau output. Misalnya jika alamatnya 00, maka artinya tegangan di deretan terminal itu adalah 0 Volt semua dan jika alamatnya FF, maka artinya tegangan di deretan terminal itu adalah 5 Volt semua. Karena alasan teknis, maka umumnya yang terjadi adalah kebalikannya. Biasanya mikroprosessor dibeli di glodok dalam bentuk Chip/IC dan pengguna harus mendesain sendiri PCB (Printed Circuit Board) dan menambahkan komponen lainnnya. Jadi untuk mendalami bidang mikrocontroller, seseorang harus mahir dulu bidang elektronika.

PLC adalah pengembangan dari microcontroller dan sudah berbentuk modul-modul sebesar hard disk. Bagian utamanya adalah CPU yang kadang-kadang sudah dilengkapi dengan input/output dan kadang-kadang, sudah dilengkapi dengan power suply unit. Modul utama dapat ditambah dengan modul lain sesuai kebutuhan, misalnya penambahan input, output, interface ke PC, interface ke keypad, display LED / LCD, dan puluhan varian lainnya. PLC di-program dengan bahasa pemrograman Ladder diagram atau diagram tangga dan sudah menggunakan simbul seperti simbul relai, simbul timer, dll, sehingga dianggap lebih mudah untuk diprogram.

PLC dipakai di bidang yang sangat luas seperti di mesin-mesin pabrik, control panel lift, panel AMF dan ATS di pembangkit, perangkat telekomunikasi dan banyak bidang lain.

Input dan output PLC umumnya adalah (1) contact relai (2) tegangan DC 24 volt dan (3) tegangan AC 220V. Untuk pemula, disarankan memilih PLC dengan contact relai karena resiko rusaknya PLC karena tegangan luar akan lebih kecil.

Karena berbentuk modul-modul, modul PLC yang rusak dapat diganti dengan modul lain dalam waktu 1 menit. Umumnya yang rusak adalah modul input/output.

Starter kit adalah modul CPU dan modul lain yang dibutuhkan untuk menjalankan dan mempelajari PLC. Umumnya terdiri dari CPU, kabel data antara PLC dengan PC untuk mengisi program. Saat ini (tahun 2011), harga starter kit lengkap adalah di kisaran 3 juta atau kurang. Di gramedia banyak buku yang membahas tentang cara menguasai PLC.

Alumni teknik elektro (termasuk yang hampir pensiun) yang ingin mengisi otak-nya dengan ilmu pengetahuan terkait dengan kehidupannya, disarankan untuk membeli starter kit PLC dan mempelajari sendiri dan membuat aplikasi sendiri, misalnya mengotomatisasi peralatan di dalam rumah, karena ilmu ini akan terpakai seumur hidup termasuk sesudah pensiun. Artinya seharga sebuah HP murah (2 s/d 3 juta) seseorang sudah bisa mendalami sebuah cabang ilmu yang bisa menghasilkan duit ratusan juta sebulan. Padahal beberapa orang, misalnya 6 orang, bisa membeli satu set starter kit PLC dan mendapat ilmu secara bersama-sama dengan hanya mengeluarkan uang 500 ribu rupiah per orang.

Relatif perusahaan pengguna PLC, tidak memiliki ilmu terhadap perbaikan dan pemrograman PLC karena ini bagian dari rahasia perusahaan principal / perusahaan pembuat mesin yang ada di luar negeri. Sehingga ada peluang yang sangat besar jika memiliki ilmu tentang PLC, misalnya jasa programming ulang PLC, jasa rekondisi mesin-mesin. Biasanya tarif untuk rekondisi / menghidupkan kembali mesin-mesin adalah 1/3 harga mesin baru sedangkan harga PLC hanya 3 s/d 10 juta rupiah saja.

Terdapat banyak merk PLC seperti Omron (alamat di Pancoran Jakarta), Keyence, Siemens, Toshiba, dan banyak lainnya dan juga terdapat PLC yang dibuat sendiri oleh principal untuk penggunaan khusus misalnya PLC yang dipakai untuk control panel lift. Juga terdapat banyak perusahaan yang menyediakan perangkan input / output / sensor seperti yokogawa, dll.

 

Info :

 

 

 

 

 

 


 

 

           Home           

           Sitemap & Artikel Lainnya           

 

 Powered by 

 mesinantrian.com 

 hitech-plaza.com 

 hitechindonesia.com