ElektraNews.Com - Majalah Elektra

 

November 05, 2012 17:58

Manajemen kodok rebus

 

 

 

Seorang koki ingin membuat hidangan kodok / katak rebus. Ia memasukkan kodok hidup kedalam air panas mendidih. Tentu saja si kodok tersebut akan segera melompat, kabuuurr...

Di lain kesempatan, masih dalam rangka membuat hidangan kodok rebus, koki tersebut memasukkan kodok tersebut kedalam air dingin. Kodok itu diam saja dan malah bersyukur karena sudah ketemu air. Koki tersebut secara sangat perlahan, memanaskan air tersebut. Kodok tersebut juga tidak terlalu peduli, kan bagus kalau berendam di air angat. Saat air sudah sangat panas, kodok itu baru menyadari bahwa dirinya direbus. Untuk itu ia segera melompat. Tapi ternyata air yang sudah sangat panas tersebut telah melumpuhkan tubuhnya dan ia sudah tidak punya kemampuan lagi untuk melompat. Ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali membiarkan dirinya jadi menu yang bernama kodok rebus. Tragis.

Saya pernah bekerja untuk waktu yang pendek di perusahaan yang setelah saya masuk, segera saya ketahui bahwa perusahaan tersebut bobrok dalam satu atau lebih dari satu hal. Kondisi ini menyebabkan saya segera mencari pekerjaan di perusahaan lain dan masalahnya selesai.

Tapi berapa banyak orang yang merasa bekerja di perusahaan yang ideal. Diberi fasilitas. Dianjurkan untuk kredit rumah dan kredit mobil dan sebagian cicilan ditanggung perusahaan. Karir yang bagus dan ia bekerja di perusahaan tersebut 20 tahun. Selama rentang waktu 20 tahun banyak yang bisa terjadi sehingga ia diharuskan menghadapi kenyataan bahwa ia akan keluar dari perusahaan tersebut tanpa masa depan yang memadai seperti pesangon, pensiun dll. Saat itu umurnya sudah lebih dari 45 tahun dan sangat sedikit peluang yang bisa didapatkan untuk dapat bertahan melanjutkan hidup. Walau mukjizat ada dimana-mana, tapi ia akan menyesali kehidupannya. Menyesali kenapa ia dulu tidak menggunakan waktu untuk hal yang bermanfaat, malah sibuk main bola, menggosipin kekayaan mantan presiden dan banyak hal lainnya. Sekarang ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menjadi seperti kodok rebus.

Waktu 30 tahun usia bekerja banyak hal yang bisa terjadi. Krisis ekonomi, bencana alam, politik seperti mereka yang bertugas dan memiliki rumah di timor timur dll.

Banyak juga perusahaan yang tidak punya niat menelantarkan karyawannya terpaksa juga melakukannya karena tidak ada pilihan. Mau memberi pesangon yang cukup, harta perusahaan yang tersisa tidak cukup. Perusahaan penerbangan Sempati, Operator Handphone 082 AMPS, Starko / pager, IPTN dan masih banyak perusahaan lain terpaksa menelantarkan karyawannya tanpa niat sebelumnya untuk menelantarkan. Hotel Indonesiapun mungkin masuk kategori ini.

Namun jauh lebih banyak perusahaan yang dengan sengaja membuang karyawan setelah masa produktifnya berkurang. Ini dilakukan dengan banyak cara seperti menutup cabang, mengaku rugi di satu perusahaan padahal mempunyai perusahaan lain yang tidak rugi dan ribuan cara lainnya. Mereka yang sedang bekerja dengan pemilik perusahaan orang sumatera, india, korea dan arab harus mewaspadai hal ini.

Mengusir karyawan dencan cara halus atau dengan cara kasar masih banyak dianggap banyak orang lebih baik daripada memberi uang ratusan juta sebagai pesangon. Walau ini adalah sifat bandit yaitu membunuh orang yang mengabdi kepadanya setelah orang itu tidak diperlukan lagi.

Hal diatas bisa terjadi di mana saja selama perusahaan tersebut bukan milik anda. Wong departemen sosial yang dulu kaya raya saja pernah dibubarkan. Juga beberapa bank besar. Perusahaan besar. Tidak ada tempat yang aman tentang masa depan anda selama bekerja dengan pihak lain.

Pegawai negeri juga tidak terlepas dari resiko ini. Disamping departemen sosial yang pernah dilikuidasi, BUMN seperti IPTN, juga kasus kecil seperti dihapuskannya pelajaran menggambar di SMP yang menyebabkan guru menggambar harus mengajar bidang lainnya yang akhirnya tersingkir. Juga otonomi daerah yang menyebabkan jaminan tetap bekerja pegawai negeri banyak tergantung dari walikota, bupati dan politik.

Sedikit yang bisa saya sampaikan. Pakailah waktu anda untuk hal yang bermanfaat untuk diri dan masa depan anda sendiri. Sebaiknya tidak bertindak bodoh yang merugikan anda dan orang lain, apapun alasannya seperti iseng dll. Mungkin sekarang anda berbuat iseng pada seorang teman atau teman lama. Tapi tidak tertutup kemungkinan suatu saat di hari tua anda, anda akan mengharapkan untuk dapat bekerja di perusahaannya. Dalam hal ini tentu orang yang pernah anda permainkan akan berpikir dua kali untuk menolong anda.

 

Info :

 

 

 

 

 

 

 

           Home           

           Sitemap & Artikel Lainnya           

 

 Powered by 

 mesinantrian.com 

 hitech-plaza.com 

 hitechindonesia.com