ElektraNews.Com - Majalah Elektra

 

November 05, 2012 17:59

Prospek karir wiraswasta untuk periode waktu sebelum tahun 1998 dan sesudah tahun 2005

 

 

Prospek karir wiraswasta untuk periode waktu sebelum tahun 1998 dan sesudah tahun 2005

 

Kehidupan, terbagi kedalam dua golongan, pertama adalah keterpaksaan untuk menjalani sebuah rutinitas tertentu karena alasan apapun dan yang kedua adalah tersedianya pilihan-pilihan untuk menjalani kehidupan seperti apa yang kita mau. Bagi sebahagian besar orang, kehidupan adalah kebebasan memilih satu dari beberapa pilihan-pilihan karir..
 
Hampir 100% orang, menjalani kehidupan dalam bidang yang paling disenanginya. Misalnya waktu SMA sangat suka baris berbaris dan tergabung kedalam group drum band, akhirnya menjadi tentara. Ada juga waktu SMA suka menari, lebih memilih untuk memimpin usaha seperti catering, penyewaan peralatan pesta, menghias penganten dll. Bagi yang suka solder menyolder, mungkin saja akan jadi alumni Teknik Elektro. 

 
Tulisan ini tidak membahas peluang dalam kondisi sulit dalam bidang apapun yang di Indonesia terjadi pada periode tahun 1998 s/d tahun 2005.
 
Indonesia sepanjang masa, memang bukan surga untuk siapa saja yang mencari kerja, menjadi karyawan, PNS dan apapun yang segolongan dengan itu.

 

Departemen pendidikan hanya mengurusin orang sampai dapat ijazah sarjana.
 
Departemen tenaga kerja hanya mengurusin orang yang sudah bekerja.
 
Orang tua menganggap tugasnya sudah selesai setelah anaknya mendapat selembar ijazah sarjana.
 
Lowongan kerja sangat terbatas sedangkan kursi yang sama diminati oleh banyak sekali orang sehingga akibatnya berlaku hukum permintaan dan penawaran yang menyebabkan upah menjadi rendah.

 
 
Permodalan :
Ditinjau dari sisi permodalan, hampir tidak ada pengusaha/wiraswastawan yang terlalu kesulitan dengan permodalan. Bunga tabungan bank adalah 4% setahun, bunga deposito adalah 7% setahun, bunga kredit mobil adalah 8% setahun, dan dari seluruh parameter yang ada, pengusaha dapat meminjam uang atau menjual obligasi atau mendapat tambahan modal atau apapun istilahnya dengan membagi keuntungan setara bunga 15% setahun. Dalam kondisi sekarang, cukup banyak orang yang bersedia menyerahkan uang untuk diputar dengan keuntungan 15% setahun. Sedangkan si pengusaha bisa untung 15% sekali transaksi dan anggaplah bisa jual barang 1 x sebulan dan itu artinya untung 15% sebulan = 15% x 12 bulan = 180% setahun untuk modal yang dibayar 15% setahun tadi.
 
Saat ini untuk mendapat tambahan modal dengan bunga/keuntungan 15% setahun, tidaklah sulit. Tentu kondisi ini sangat tergantung kepada parameter ekonomi dan tidak ada jaminan kondisi tersebut akan tetap seperti ini pada tahun depan.
 
Tentu ada hukum bisnis yang lain yaitu :
 
(1) Bidang usaha perdagangan, mempunyai sifat yaitu membutuhkan modal tinggi sekitar 85% dari harga jual, keuntungan rendah (15%) dan tidak dibutuhkan banyak keahlian kecuali sabar menunggu pembeli.
 
(2) Bidang usaha jasa, mempunyai sifat yaitu membutuhkan modal yang cukup rendah sekitar 40%, keuntungan tinggi (60%) dan membutuhkan keahlian teknis disamping keahlian memasarkan produk dan terutama mempunyai resiko yang sangat tinggi terutama jika produk tidak dibayar karena biasanya produk dibayar lama sesudah jasa diserahkan.
 
(3) Bidang usaha produksi, mempunyai sifat yaitu membutuhkan modal yang rendah (40%), keuntungan tinggi(60%), butuh keahlian dan mempunyai resiko rendah karena biasanya hasil produk bisa dibayar cash.
 
Disamping itu ada hukum lain yaitu hukum break event point atau hukum titik impas yang artinya jika titik impas adalah 3 tahun, maka sebelum 3 tahun, perusahaan adalah dalam posisi rugi, tidak ada keuntungan yang bisa diambil dan bahkan nombok dan baru bisa untung setelah melewati masa titik BEP (break event point) baru bisa menikmanti hasilnya. Jadi sangat lucu sekali jika ada orang yang berhenti jadi karyawan trus jadi pengusaha dan mengharapkan bisa memenuhi kebutuhan dapur mulai 1 hari setelah usaha didirikan. Artinya jika ada karyawan yang ingin berhenti bekerja dan ingin jadi pengusaha, maka usaha itu harus didirikan 3 tahun sebelum berhenti bekerja karena perusahaannya sudah menguntungkan atau sudah melewati masa BEP.
 
Tentunya si pengusaha juga tidak boleh lupa bahwa setiap saat perusahaannya bisa masuk kepada periode ke 4 dari siklus perusahaan dimana perusahaan akan semakin merugi, mengecil dan akhirnya tutup. Baik oleh faktor external seperti kompetitor yang semakin banyak, faktor teknologi dll dan bisa juga karena faktor internal dimana seorang sopir yang 25 tahun yang lalu kerjanya adalah membawa mobil setelah 25 tahun artinya setelah 24 kali naik gaji 15% setiap tahun, gajinya sudah sangat besar walau keahliannya tidak bertambah yaitu tetap membawa mobil. Demikian juga seorang sekretaris yang 25 tahun yang lalu bisa membuat 2 surat sehari setelah 25 tahun artinya setelah 24 kali naik gaji 15%, kemampuannya tetap membuat 2 lembar surat sehari. Ini adalah alasan dimana pengusaha secara berkala wajib memecat karyawan dan mengganti dengan karyawan baru yang bayarannya lebih murah dengan kemampuan yang sama dengan karyawan yang dipecat tadi. Jika ini tidak dilakukan, maka perusahaan menuju kebangrutan.
 
Jadi, dalam permainan catur, membiarkan prajurit terbunuh adalah lebih baik dari menghancurkan kerajaan. Prajurit itu adalah karyawan. Kerajaan itu adalah perusahaan. Dan sebuah perusahaan hanyalah sebuah permainan catur yang permainannya bisa diulang jika sebuah permainan sudah selesai, artinya jika perusahaan bangkrut atau sengaja dibangkrutkan, tinggal bikin perusahaan baru, dan membangkrutkan perusahaan hanyalah satu dari sekitar 10 strategi manajemen yang dipelajari di mata kuliah management stragegic dan bukunya banyak di gramedia.
 
Yang pasti pengusaha mana saja tidak tau apakah besok atau bulan depan bisa untung atau rugi atau bangkrut. Ini adalah hukum alam. Berdasarkan hukum alam ini, jangan jadi pengusaha dengan alasan bisa memenuhi kebutuhan dapur. Jika demikian, lebih baik jadi karyawan saja.
 

 
Stock Tenaga kerja :
Sejak zaman dahulu sampai sekarang, setiap orang tau bahwa upah di indonesia sangatlah murah. Upah bekerja jadi pembantu rumah tangga di negara tetangga lebih tinggi daripada gaji General Manager sebuah perusahaan sedang di Indonesia. Siapa saya yang masih waras, tentu ingin untuk bekerja di Swiss yaitu negara yang membayar gaji paling besar di dunia, walaupun kadang tidak setiap orang punya kesempatan untuk itu, misalnya karena harus merawat orang tua, menjaga istri yang mubazir kalau ditinggal berbulan-bulan dll.
 
Kesepakatan saat ini di indonesia, gaji yang diterima adalah untuk bekerja terus-menerus 4 jam trus istirahat siang 1 jam dan bekerja terus-menerus 4 jam lagi atau persisnya 8 jam sehari, 40 jam seminggu, 173 jam sebulan. Untuk hal itu, seorang pekerja yang mempunyai kemampuan dan keahlian yang cukup untuk bekerja akan dibayar UMR, teknisi ahli akan dibayar 2 kali UMR, supervisor, sarjana teknik baru tamat akan dibayar 3 kali UMR. Atau dengan perhitungan lain yaitu buruh dibayar 50 ribu sehari, tukang 150 ribu sehari, tukang dengan keahlian spesifik, seperti tukang las argon akan dibayar 250 ribu sehari, kesemuanya ini bukanlah hal yang memberatkan pengusaha.
 
Kondisi diatas jika dipandang dari sisi pengusaha, maka kebutuhan akan tenaga kerja operasional, tenaga kerja ahli dll, bukanlah suatu masalah besar. Cukup kerja, bayar dan pecat.
 

 
Siklus :
Pengusaha tidak mungkin di PHK. Dalam menjalankan usahanya selama 30 tahun, pengusaha akan mengalami 7 sampai 10 kali bangkrut. Jika perusahaan bangkrut, karyawan masih mendapat pesangon. Jika perusahaan bangkrut, pengusaha malah harus mengelurkan uang untuk pesangon.
 
Idealnya, seorang pengusaha akan berhati-hati karena resiko yang dihadapinya. Idealnya pengusaha tidak akan menjadi sombong karena ketidak-pastian hidup yang dihadapinya. Ada juga yang ngak berani menikah. Tapi tentu itu tidak berlaku bagi semua orang.
 

 
Penutup :
Banyak orang dengan profesi apapun, menganggap orang lain akan memujinya jika punya honda accord 2 buah. Banyak orang dengan membusungkan dada, pamer, memperlihatkan kehidupannya yang dia anggap hebat (padahal bagi orang lain biasa-biasa saja) maka orang akan kagum dan memujinya. Sayangnya zaman sudah berubah. Zaman sekarang orang hanya peduli dengan dirinya sendiri dan dengan orang yang diharap bisa membantu dirinya, baik membantu secara materi ataupun membantu agar anak/saudara/tetangganya bisa diterima bekerja. Orang zaman sekarang sudah tidak peduli dengan orang lain yang punya harta berlimpah. Toh itu bukan punya gua.......
 
Intinya, baik sebagai karir utama, maupun sebagai karir tambahan, sekarang adalah masa yang cukup baik untuk berkarir atau menambah karir sebagai pengusaha / wiraswasta, tentu dengan syarat : tidak sombong, mau belajar, rajin bertanya dll. Beberapa orang merasa mampu untuk melakukan apa saja dan akhirnya mengarah kepada kesombongan, takut bertanya, malas belajar karena merasa diri sudah hebat, dll, tentu hal ini sulit untuk memasuki bidang yang baru dan cenderung sangat cepat gagal.
 
Saran-nya adalah jika anda bisa menanggung kerugian dalam jumlah tertentu, misalnya 5 juta, bukankah cukup menarik untuk jadi pengusaha ? Toh paling buruk yaitu dalam kondisi bangrut sekalipun anda hanya menanggung kerugian 5 juta dan ini tidak sama dengan kiamat. Tentu cara lain adalah dalam proses belajar, perusahaan anda dijalankan oleh orang lain yang sudah melewati titik BEP atau adik kandung, dll dan pada saatnya, anda tinggal pindah kantor dengan penghasilan yang lebih besar.

 

Info :

 

 

 

 

 

 

 

           Home           

           Sitemap & Artikel Lainnya           

 

 Powered by 

 mesinantrian.com 

 hitech-plaza.com 

 hitechindonesia.com