ElektraNews.Com - Majalah Elektra

 

November 05, 2012 18:00

Untuk apa modal ?

 

 

Tidak banyak yang saya peroleh selama kuliah 6 tahun di USU Medan. Saya hanya diajari Resistor, Kapasitor dan induktor dan aplikasinya. Meskipun demikian saya melihat peluang yang sangat luas dan alumni kita bekerja dalam bidang yang sangat luas, jelas bahwa intinya kita bisa berkembang.

Demikian pula tidak banyak yang saya peroleh selama kuliah management. Secara teoritis dijelaskan bahwa bisnis itu hanyalah menyangkut 4 hal yaitu : ada produk yang akan dijual, harga yang menarik sehingga orang mau beli, promosi agar orang tau bahwa kita menjual barang tersebut dan yang terakhir adalah distribusi atau perluasan wilayah pemasaran. Itu secara teori. Namun pada prinsipnya cuma satu : Kemanapun anda melihat, pikirkanlah apa peluang yang tersedia di tempat tersebut, maksudnya kalo gua myediain barang, apa yang akan kira-kira laku.

Saya sampai tamat tidak pernah diajari bahwa perusahan itu harus didirikan dengan modal sekian, punya ruko atau sewa ruangan di gedung bertingkat, punya anak buah personalia, akutansi, sekretaris. dll, dll.

Jadi, untuk apa modal ???

Oke. Saya beri contoh.
Anda pergi ke cikarang atau tempat dimana banyak perusahaan atau pabrik seperti kawasan industri. Anda nongkrong di dekat pintu masuk perusahaan tersebut dan anda pikirkan : APA YANG BISA GUA JUAL KE PERUSAHAAN INI ??. Anggaplah anda tidak punya modal, tidak punya keahlian teknik, tidak punya relasi, tidak punya jaringan tidak punya apa-apa kecuali punya tekad, keberanian dan keinginan untuk berbuat.

Contohnya anda mulai berpikir bahwa perusahaan ini pasti butuh kertas untuk ATK, dan anda tau bahwa di Jakarta kertas yang paling murah adalah di tempat potong kertas di sekitar pasar senen, pasar kramat jati dll. Anda tanya ke toko kertas dan anda tau bahwa harga kertas 1 rim adalah 18 ribu (saya tau karena kemaren saya baru beli kertas). Trus anda datang ke toko gramedia, disana anda dapati bahwa harga kertas adalah 29 ribu satu rim. Trus anda buat surat penawaran ke 1000 perusahaan yang ada di cikarang dengan modal 2 rim kertas, di print atau dicetak 1 warna atau difotokopi. Trus anda menyewa motor 30 ribu sehari dan dalam 2 hari (sabtu dan minggu) anda datangi 1000 perusahaan tersebut dan anda tinggalkan surat penawaran ke satpam pintu masuk. Isi brosur anda adalah anda bisa menyediakan kertas dengan harga 28 ribu se rim dan dan barang diantar, DP 30 % sisanya 1 minggu setelah barang diterima.

Jadi, untuk apa modal ???

Dalam kasus diatas anda hanya perlu menyediakan kertas 2 rim (1000 lembar tanpa ampelop) ongkos print / fotokopi / cetak, sewa motor. dan ini tidak lebih dari 100 ribu. Dari 1000 perusahaan tersebut, anda dapat berharap dapat 50 pasien (client), kertasnya dibeli dari DP dan meminjam modal selama 2 minggu setelah ada order dan dibayar setelah pasien anda membayar penuh setelah 1 minggu barang diterima.

Pertanyaan selanjutnya, bukankah anda punya keahlian lebih dari sekedar menjual kertas ? Bukankah anda punya modal lebih dari sekedar 100 ribu ? Bukanlah anda punya relasi termasuk perusahaan tempat anda bekerja dan perusahaan sekitar ?

Anda bisa melakukan hal diatas untuk bidang yang lebih teknis, misalnya menjual genset, mesin fotokopi dll, toh modal anda tetap selembar brosur, namun akan lebih baik anda sering main ke glodok atau tempat lain untuk membuka wawasan.

Tentunya dengan modal 100 ribu anda tidak akan bangkrut kalau dari 1000 brosur yang anda sebar tidak satupun yang berminat.

Sebagai catatan : bahkan orang kuliah S1 ekonomi pun tidak menjamin mereka akan punya keberanian untuk menjadi wiraswatawan, umumnya mereka lebih parah dari kita karena mereka tidak punya dasar ilmu teknik yang merupakan dasar pemilihan produk yang akan dijual. Wiraswasta umumnya adalah berasal dari orang teknik, bukan orang ekomomi, anda boleh survey.

Kita cuma kuliah 5 tahun di USU. Orang lain cuma kuliah 5 tahun di Ekonomi. Tidaklah pantas kita membuat garis tegas bahwa kita orang teknik, kurang tau ekonomi dll. Hanya dengan membeli 15 buku ekonomi di gramedia dan kita baca terus menerus dan banyak ngobrol dengan orang ekonomi, dalam 1 bulan kita bisa sepintar orang ekomomi dalam hal ekomomi.

Modal rupiah bisa didapat dari pinjaman, keahlian bisa didapat dengan baca buku, menggaji rekan sekantor yang ahli misalnya orang ekonomi, semuanya bisa dibayar, namun tekad, keberanian dan keinginan, harus dari anda sendiri dan tidak mungkin anda beli dan hanya itu modal untuk mendirikan usaha. Dan ini tidak dipunyai dalam kadar yang sama bagi setiap orang, namun berbagai hal termasuk motifasi dari pihak lain, keterpaksaan, dll bisa membuat orang punya tekad, keberanian dan keinginan untuk mendirikan usaha.

Terakhir, jika anda sudah bekerja 30 tahun dan sudah punya simpanan 10 Miliar, pertanyaan terakhir, apakah dengan uang 10 Miliar dengan usia 65 tahun anda akan memulai mendirikan perusahaan ? 100% saya jamin anda akan bilang : biarlah gua depositoin saja, toh umur gua tinggal 10 tahun lagi dan gua bisa hidup enak, kalau gua bikin perusahaan, setelah perusahaan tersebut mulai menguntungkan pada tahun ke 7 dst, gua udah mati. Itupun kalo menguntungkan, kalo bangkrut, gua bisa mati penasaran.

 

Info :

 

 

 

 

 

 

 

           Home           

           Sitemap & Artikel Lainnya           

 

 Powered by 

 mesinantrian.com 

 hitech-plaza.com 

 hitechindonesia.com