ElektraNews.Com - Majalah Elektra

 

November 05, 2012 18:01

Cara Menyelesaikan Banyak pekerjaan pada Saat Bersamaan

 

 

 

Seorang yang punya kapasitas otak yang sangat sedikit, umumnya hanya mampu mengerjakan satu pekerjaan dalam satu saat. Ini biasa dimiliki oleh orang yang terbiasa diperintah-perintah. Satu-satunya pekerjaan yang ia lakukan, juga dengan hasil yang tidak sempurna karena tidak fokus. Begitu sudah mendapat pekerjaan lebih dari satu, maka ia akan pusing, tidak bisa fokus, stress dan tidak tau harus mengerjakan apa. Banyak sekali kuli yang tidak mampu mengerjakan pekerjaan apapun saat ia merokok, dan kalau ada panggilan pekerjaan dia akan bilang : ntar, lagi merokok nih.

Seorang pemimpin, diwajibkan mempunyai kemampuan otak untuk mengerjakan banyak hal sekaligus. Setiap detail pekerjaan anak buah, pada hakikatnya adalah tanggung jawab pemimpin. Seorang direktur utama perusahaan, bahkan seringkali mengadakan pertemuan (meeting) dengan beberapa orang di ruang bebeda pada saat yang bersamaan dan masih ditambah mengadakan komunikasi dengan orang lain via HP dan email dan seluruhnya dilakukan pada saat bersamaan.

Berita baiknya, tingkat produktifitas pesonal atau kemampuan mengerjakan banyak pekerjaan pada saat bersamaan, tidak disebabkan oleh tingkat kepintaran yang dibawa sejak lahir, tapi lebih disebabkan oleh tuntutan pekerjaan, tradisi dari tempat bekerja dan kebiasaan-kebiasaan pribadi.

Orang yang sudah bekerja dalam waktu lama dalam memimpin banyak perusahaan sekaligus, umumnya mempunya sekitar 200 pekerjaan yang harus dilakukan dalam sehari. Ini hanya pekerjaan yang harus dilakukan sendiri dan tidak bisa didelegasikan. Tidak ada orang yang memerintahkan agar ia mengerjakan pekerjaan itu. Jika ia tidak mengerjakan satupun pekerjaan pada hari itu, juga tidak akan ada orang yang akan menegur. Kenyataannya, orang dengan banyak pekerjaan sekaligus, tapi dengan manajemen pribadi yang baik, justru banyak mempunyai waktu luang dan tidak stress.

Sebenarnya memanajemeni aktifitas sehari-hari dapat dilakukan dengan mudah dengan HP pintar. Tapi berhubung saya sudah tua dan lebih terbiasa dengan cara-cara lama, saya hanya menggunakan kertas kecil sebesar ketas A4 dibagi 4. Kertas ini merupakan print out dari data yang ditulis di komputer/laptop. Di dalam kertas kecil ini ada seluruh kegiatan yang harus saya kerjakan dalam satu hari. Kertas ini selalu saya bawa walau ke tempat tidur atau toilet karena ide sering datang di tempat tempat yang tidak diduga. Umumnya lebih dari 100 pekerjaan. Ini masih ditambah dengan pekerjaan yang dikerjakan orang lain dan saya bertanggung jawab untuk melakukan supervisi. Setiap judul pekerjaan dan nama pelaksana, ditulis di kertas itu. Setiap pekerjaan yang selesai, akan ditandai dan setiap ada pekerjaan baru akan ditulis dengan tangan. Pada waktu berada depan komputer atau laptop, saya akan memindahkan judul pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan ke bagian lain di file itu untuk keperluan evaluasi. Setiap ada pekerjaan baru yang tadinya ditulis dengan tangan, akan diketik ulang. Kemudian di print ulang. Sehari, mungkin ada 4 atau 5 kali print ulang kertas kecil ini. Sebenarnya ada halaman ke dua yang tidak di print yaitu pekerjaan yang harus dikerjakan besok dan selanjutnya. Artinya tidak akan mungkin ada pekerjaan yang dianggap selesai padahal belum dikerjakan karena dilupakan. Tentu saja ada pekerjaan yang masuk ke halaman ke dua karena tidak mungkin dikerjakan hari ini, tapi itu sama sekali tidak dilupakan karena merupakan bagian dari pekerjaan hari selanjutnya.

Pada waktu kuliah, saya ikut latihan bela diri tenaga dalam Panca Daya yang juga latihan tiap minggu pagi di lapangan milik polisi militer, kalau tidak salah di jalan Raden Saleh, sekitar 1 km dari kantor pos besar Medan dan kadang-kadang latihan di pinggir pantai dekat gedung indosat kabel laut di pantai cermin. Salah satu latihan yang diberikan adalah duduk di lantai, dan menghadap dinding sekitar 1 meter. Di dinding itu diberi titik dengan alat tulis sebesar 0,5 mili meter. Titik ini dilihat terus menerus, apapun yang terjadi, selama 4 jam. Biasanya, jika sudah kosentrasi setelah 15 menit sejak di mulai, kita tidak akan melihat apapun, lebih dari 5 centimeter dari titik ini. Kita juga tidak mendengar apapun. Kita tidak akan sadar bahwa sedang digigit nyamuk. Kita tidak akan merasa pegal, sakit atau apapun, kecuali fokus ke titik yang dilihat. Latihan ini mewajibkan didampingi instruktur yang tidak ikut latihan. Instruktur ini nanti bertugas mengagetkan kita, misalnya dengan menepuk bahu kita jika latihan telah selesai. Setelah selesai, baru kita sadar bahwa tubuh kita sudah abis digigit nyamuk. Latihan ini membantu kita fokus terhadap pekerjaan yang dihadapi. Kita sendiri melihat banyak sekali orang yang mampu fokus, apapun yang dihadapinya, misalnya para pejuang kemerdekaan akan terus bertempur walau dirinya sedang luka parah, tampa merasakan sakit atas lukanya. Sebenarnya ada cara / latihan lain yang bisa membuat orang fokus terhadap 10 pekerjaan sekaligus, tapi tidak dibahas disini karena sudah berhubungan dengan agama tertentu. Latihan kosentrasi dapat dilakukan siapa saja untuk kepentingan dirinya dan tentunya ini tanpa biaya sama sekali, tapi dapat berakibat membaiknya kualitas kosentrasi / fokus yang menyebabkan membaiknya kualitas pekerjaan.

 

Info :

 

 

 

 

 

 


 

 

           Home           

           Sitemap & Artikel Lainnya           

 

 Powered by 

 mesinantrian.com 

 hitech-plaza.com 

 hitechindonesia.com